Senin, 14 Mei 2012

Mengapa Urin Berwarna Kuning dan Berbau Khas?


Mungkin sebagian orang banyak yang tidak memperhatikan hal ini. Maklum saja, barangkali lantaran urin hanyalah air 'buangan' sehingga detailnya luput dari perhatian kita. Memang jika diperhatikan sekilas urin ini tak lebih dari sekedar air pipis. Namun jangan salah, air pipis ini dapat memberitahu tentang kondisi kesehatan dari tubuh kita. Masa? Ya, benar. Salah satu contohnya, mengecek seseorang apakah menggunakan narkoba atau tidak dapat dideteksi melalui air kencingnya.

Jika kita minum banyak air dan tidak terlalu berkeringat, urine kita biasanya pucat, dan hampir bening. Namun, jika kita dehidrasi karena kurang minum atau berkeringat secara berlebihan, urine kita akan lebih pekat dan akibatnya lebih bau dan lebih gelap.

Pernahkah sobat memperhatikan bahwa urin berwarna kuning? Ya, tapi tidak selamanya urin berwarna kuning. Terkadang berwarna putih, bahkan coklat. Nah, setiap warna tersebut memberikan 'informasi' tentang kondisi tubuh kita.

Urine bisa tidak berbau atau memiliki bau yang khas. Urine sebenarnya cukup steril ketika meninggalkan kantong kemih, kecuali orang yang buang air itu menderita infeksi. Tetapi, begitu terkena udara, urine mulai rusak oleh bakteri yang berasal dari bagian luar saluran kencing dan kulit. Bakteri menyebabkan garam dalam urine, terutama urea, diubah menjadi sejumlah zat kimia, termasuk amonia, yang baunya menjijikkan.

Selain tingkat hidrasi, terdapat beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi warna dan bau urine: Urine cokelat kemerahan mungkin disebabkan oleh obat-obatan tertentu, makanan yang mengandung blackberry atau akar bit, atau adanya darah dalam urine.

Urine hijau dan berbau mungkin disebabkan oleh konsumsi asparagus.

Urine oranye gelap, kuning, atau cokelat mungkin terjadi pada penderita sakit kuning, karena pigmen empedu dalam darah terlalu banyak, sehingga urine mengandung lebih banyak pigmen ini.

Urine kuning terang mungkin disebabkan konsumsi suplemen vitamin B.

Beberapa penyakit bisa menyebabkan perubahan bau urine. Misalnya, infeksi bakteri E, coli bisa menimbulkan bau busuk, sedangkan diabetes atau kelaparan bisa menyebabkan urine berbau manis seperti buah-buahan.

Nah masihkah sobat bersikap 'cuek' terhadap urin? Mulailah untuk memperhatikan kesehatan anda dengan memperhatikan urin anda, siapa tahu bisa untuk mengidentifikasi adanya gangguan yang ada dalam tubuh dengan sedini mungkin! :)

Written By Andry Andreas Panggabean


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Prok - prok - prok... "Apa Komentar Anda?"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...